Author Contact Me Disclaimer

Welcome! Click the box above for more info. :) Enjoy your stay!

Follow Me!!


Memories



Newer Posts || Older Posts

Leave A Message?

Credits
A Round of Applause to the following
Designer: Cynna
Image: Cyworld KR
Host: Blogger
Scripts : Dynamic Drive
Modification: ariadneLacie
© 2013

Me Inside My Heart.
Written @ 3:37 AM
Sometimes...

Analoginya adalah 180 derajat. Me inside and outside. Jangan berpikiran buruk, karena ini bukan tentang hal semacam mengadu domba atau apa...

Tapi tentang pelampiasan.

Intinya, let me be honest to my heart. Please, just this one time.

.

Jadi hari ini pagi hari dimulai dengan tawa. Seperti biasa datang ke sekolah pagi-pagi, duduk di deretan kedua barisan kedua.

Pagi itu dimulai dengan keinganku untuk makan J.co hari itu, karena Marwa jualan J.co yang Matcha... tapi sial harganya 8rb -_- karena limited edition, APA ITU. -_-

Dilanjutkan dengan remed biologi, ngakak remed-nya =))

Jadi ceritanya jawab pertanyaan gitu (khusus untuk yang remed doang) dan aku harus jawab 3 pertanyaan... tentu aja sistem-nya itu sejenis pacepet-cepet. Ya udah deh mulai.

Padahal aku kalo ngacung santai, loh. (soalnya ragu-ragu sih jawabannya bener atau ngga LOL) tapi setiap aku ngacung, pasti bener jawabnya =)) like Ganesh said, "maneh mah penuh kehokian ya, lamban tapi pasti" =))

Pelajaran selanjutnya Agama. Normal-normal saja, tidak ada yang terlalu menarik. Lalu PKn, sama juga ga ada yang rame.

Elektro pun datang di pelajaran terakhir. Rame? ga usah ditanya =))
Intinya ya seperti biasa parada ga ngerti, terus murid-murid cowok malah duduk melingkar di depan, serasa jadi tutor pribadi =)) ngakak deh.

.

Jam pulang.
Karena hari ini somehow aku sangat lapar, aku dan Icha pun memutuskan untuk ke bazar dan membeli sepiring nasi goreng juga kwetiau. Padahal aku te udah berniat untuk gak jajan demi menabung, tapi apa boleh buat...

Ketemu Ainan dkk dan Rein di bazar. Aku pun melengos ke tukang nasi goreng buat mesen dulu, karena harus buru-buru bikin poster...

Sempet ketemu Hummam di tukang Mie Ayam, dan dengan wajah watados-nya dia cuma ngangguk... sombong sekali =)) yah setelah itu nasi goreng dan kwetiau pun selesai, lalu aku dan Icha minggat ke tukang jus.

Ini insidennya.

Jadi, aku ngeliat dia dengan seorang cewek... yah awalnya sih ya biasa aja. Emang dia ga punya temen cewek? Ya udah deh aku diem aja.

Selanjutnya, Marwa dateng terus ngomong "eh Jan, tuh dia ditarik-tarik sama cewek."

...
I can't describe what I felt that time.

Puitisnya, tau definisi remuk redam? Itulah aku saat itu.

Pada akhirnya aku cuma narik nafas dalam, terus diem deh.. Makan kwetiau. Terus Farah dateng, curhat-curhatan dikit. Terus ada Rafi, nagihin poster. Terusterusterus dan terus.

.

Kapan ya, terakhir kali aku benar-benar merajuk?
Mungkin 2 bulan yang lalu.
Kapan ya, terakhir kali kau merajuk?
...

Entahlah, di saat itu aku sangat ingin merajuk. Kesal? Apakah ekspresiku yang datar ini berarti aku kesal?

Intinya aku kesal... dan jika aku kesal dan menunjukannya, kau pun akan kesal. Apa aku egois? Siapa yang egois? Keduanya?

Keadaan seperti ini layaknya air dan api, eh?  Jika kau ingin memadamkan api, gunakan air, jangan api lagi. Harus ada salah satu pihak yang mengalah...

Tapi, di saat itu aku belum ingin mengalah.
Salahkan aku, maafkan aku...

.

Lanjut ke bikin poster. Well honestly, if I'm extremely upset then everything will become sooo hilarious. Aku dikit-dikit bakal ketawa ngakak. Mungkin dalam usaha menenangkan hati, entahlah. Intinya entah kenapa waktu itu aku dan perkumpulan yang bikin poster itu ngakak banget. Dalam part ini aku malah ngakak sampai meraung-raung =)) entah ngakak atau nahan tangis, aku sudah gak tahu lagi, sih...

.

Selanjutnya, kau datang.
Kukira, kita bisa menyelesaikan ini dengan damai, seperti biasanya.

Tapi--aku bahkan malas untuk menjelaskan.

Kau tahu, meminta maaf nyaris selalu membuatku menangis. Tapi aku tidak menangis. Karena... yah entahlah.

Lalu kita pun berpisah jalan.

...
...

Begitu saja.

Jika aku memang orang yang punya uang banyak dan waktu luang dan kendaraan, mungkin di saat itu aku ingin pergi.
Pertama, kebut-kebutan.
Kedua, naik roller coaster sampai 6 kali balikan.
Ketiga, hujan-hujanan.
Dan akhirnya, ingin jalan kaki aja deh pulangnya.

Karena aku bukan termasuk orang dalam kategori itu, akhirnya aku malah pergi ke toko buku.

.

Kau tahu tentang mengikhlaskan perasaan?
Terdengar seperti cerita patah hati, tapi bukan selalu perasaan sayang pada seseorang, 'kan, yang kita ikhlaskan?
Terkadang perasaan kesal itu harus diikhlaskan untuk mendapatkan ketenangan hati.
Memendam kesal dan melampiaskan itu, terkadang akan berdampak pada orang-orang terdekat kita.

"If you're going to hurt others in order your great name 'revenge of justice', you're no more than one big evil." -- Ogami Rei.
Karena itu...

Ah, bahkan blogpost ini belum mengutarakan semua isi hatiku, ya?

Labels: , , , ,

Click to Comments! (0) | back to top

------------------------------------------