Author Contact Me Disclaimer

Welcome! Click the box above for more info. :) Enjoy your stay!

Follow Me!!


Memories



Newer Posts || Older Posts

Leave A Message?

Credits
A Round of Applause to the following
Designer: Cynna
Image: Cyworld KR
Host: Blogger
Scripts : Dynamic Drive
Modification: ariadneLacie
© 2013

Review: "Let Go", oleh Windhy Puspitadewi
Written @ 8:16 PM
Kau tahu apa artinya kehilangan?
Yakinlah, kau tak akan pernah benar-benar tahu sampai kau sendiri mengalaminya.

Raka tidak pernah peduli pendapat orang lian, selama ia merasa benar, dia akan melakukannya. Hingga, suatu haru, mau tidak mau, ia harus berteman dengan Nathan, Nadya, dan Sarah. Tiga orang dengan sifat yang berbeda, yang terpaksa bersama untuk mengurus mading sekolah.

Nathan, si pintar yang selalu bersikap sinis. Nadya, ketua kelas yang tak pernah meminta bantuan orang lain. Dan Sarah, cewek pemalu yang membuat Raka selalu ingin membantunya.

Lagi-lagi, Raka terjebak dalam urusan orang lain, yang membuatnya belajar banyak tentang sesuatu yang selama ini takuti. Kehilangan.

.
.

males moto, jadi ngambil dari google gambar deh -_-
Itulah sinopsis dari novel berjudul "Let Go" ini.

Sebagai orang yang sudah memandang sinis dunia pernovelan remaja Indonesia yang biasanya ceritanya tipikal-tipikal #eaaa #digebukmassa saya kira novel ini bakal cerita tentang percintaan yang cengeng gitu. Kenyataannya, tidak. Novel ini sukses menjadi salah satu novel yang akan membekas di hati saya, bersama dengan "5cm"-nya Donny Dhirgantoro dan "dan hujan pun berhenti"-nya Faridha Susanty.

.

Mari kita lihat kelebihan novel ini dari sudut pandang saya.

Karena novel ini bukan bercerita sekadar tentang cinta. Tentang persahabatan, keluarga, arti hidup, perjuangan, cita-cita ... sejenis tipe novel dengan banyak nilai moral gitu. Keren.

Banyak quotes-quotes yang ngutip dari berbagai film di novel ini (salah satu alasan lain kenapa aku suka). Nih beberapa quotes-nya:

"Sir!" gerutu Nadya jengkel. "You are no gentlement!" --- Caraka langsung terpaku. "And you, Miss," balasnya, mencoba menguji, "are nolady. Don't think that I hold that against you."
Percakapan mereka dikutip dari film Gone with The Wind, entah kenapa aku terkesan dengan kalimat itu. (lagipula aku belum pernah nonton Gone with The Wind...)

Selain itu ada juga:

"Nggak ada buku yang begitu jelek--" -- "Yang sedikit pun nggak bisa diambil pelajarannya," lanjut Nathan memotong alasan Caraka. "Nullust Est Liber tam malus..." --- "Ut Non Aliqua Parte Prosit," Caraka meneruskan sambil meringis. "Plinius Jr. di Epistolae."
Ini membuatku senyum-senyum sendiri, mungkin karena hobiku membaca, jadi aku setuju sangat dengan quotes itu :))

"Emangnya, semua perbuatan baik harus ada alasannya?" -- Caraka


.

Ini part kekurangannya.

Cukup banyak misstypo~  seperti kurang tanda baca atau apalah.. ya sejauh ini sih hanya itu saja yang mengganggu saya :))

.

Tentang ceritanya. (no spoilers)

Jadi novel ini menceritakan tentang Raka, yang terjebak bersama Nathan, Nadya, dan Sarah dalam sebuah perkumpulan untuk mengurus mading sekolah. Raka terjebak karena itu adalah hukuman yang diberikan oleh wali kelasnya, Bu Ratna.

Awalnya Raka mengutuk nasibnya karena perkumpulan itu feels like hell. Hanya saja seiring waktu berjalan, Raka mulai merasa bahwa perasaan itu perlahan memudar... dan ia mulai merasa dekat dengan masing-masing dari mereka. Berbagai rasa mulai hadir di antara satu sama lain.

.

Tuh kan, emang kedengeran kayak cerita novel cinta yang cengeng kan?
Tapi percaya deh, nggak kok. Novel ini lebih menekankan ke cerita persahabatan (dan ada bumbu cintanya juga) dan juga mimpi.


Worth 4 stars out of 5 stars ;)

Labels: , , , ,

Click to Comments! (0) | back to top

------------------------------------------