Risk.
Tahu kenapa saya sempet ingin jadi pelukis?
Karena dunia lukisan itu hanya bisa dimengerti oleh si pelukis. Penuh simbolisme, filosofi tersendiri, sudut pandang--yang nyaris mustahil dimengerti orang lain secara sempurna. Karena itulah dunia lukisan itu satu-satunya tempat bagi saya untuk merasa aman dengan mencurahkan seluruh perasaanku. Ga akan ada yang merasa terluka atau apa, jika saya mencurahkannya di sana.
Hanya saja, ada satu anomali lagi dalam filosofi itu.
Kau mencurahkan perasaanmu, karena ingin seseorang mendengarnya, kan?
Jadi, jika tidak akan ada seorang pun yang mengerti, lalu, untuk apa kau melakukan itu?
Self-entertaining?
Karena itu sebagian orang ada yang memilih dunia sastra. Membuat karangan--fiksi, novel,
lirik lagu--
whatever. Lebih eksplisit daripada lukisan.
Hanya saja saya tidak bisa memasuki dunia itu.
Mungkin orang itu benar, "kau selalu memendam semuanya sendiri. Kau tahu? Kau tidak sendiri."
Oh, Tuhan. Labels: Curhat, Filosofi, Keinginan, Pelukis