Author Contact Me Disclaimer

Welcome! Click the box above for more info. :) Enjoy your stay!

Follow Me!!


Memories



Newer Posts || Older Posts

Leave A Message?

Credits
A Round of Applause to the following
Designer: Cynna
Image: Cyworld KR
Host: Blogger
Scripts : Dynamic Drive
Modification: ariadneLacie
© 2013

Jika Kau Mati?
Written @ 6:58 PM
Jika orang lain meninggal, terutama yang orang yang kita sayang, udah jelas bakal ngerasa sedih kali ya. Tapi, kalo kita yang meninggal? Akankah kita merasa sedih?

.
.


Dasar orang jail. Aku paling sering nanyain pertanyaan aneh-aneh ke orang di sekitarku. Apalagi pacar. Kami biasa nyebutnya pertanyaan awkward. Oke, tapi mungkin ini karma atau apa, tapi aku jadi ikut-ikutan galau gara-gara pertanyaanku itu.

Soalnya, pertanyaanku kali ini nyinggung kematian.

Oke, jadi ceritanya begini...

Aku lagi kehabisan topik. Terus aku tiba-tiba kepikiran sama pertanyaan yang terinspirasi dari film Source Code (FYI, rame loh film-nya, keren!!! Ayo tonton! XD). Di film itu ada kalimat gini:

"Apa yang akan kau lakukan jika waktu hidupmu tersisa kurang dari satu menit lagi?"

Dan, sebagai pengutip quotes tapi pemodif quotes sejati... #halah gue pun kepikiran sama kalimat ini,

"Apa yang ingin kau katakan padaku jika waktu hidupku tinggal satu jam lagi?"

Dan, pertanyaan itu aku tanyain ke Rein. Dengan watados-nya, aku tanyain.
"Eh, eh, kalo aku bakal meninggal dalam satu jam lagi, apa yang bakal kau katakan ke aku?"

Hening. Hening. Hening.

"Itu bukan pertanyaan awkward loh... itu pertanyaan serius..." (agak alibi sih ya)

"Siap jan, siap..."

"Wahahaha! checkmate nih ya checkmate?"

Yah, kira-kira begitu deh yang terjadi. Aku lupa gimana percakapan aslinya... tapi intinya aku tanyain ke dia tentang hal itu, dan dia ga mau jawab. *ya iyalah*

Tapi, momen sedihnya itu waktu aku akhirnya udah pulang, dia SMS tentang jawabannya.

'jawabannya : aku gasuka kata2 yg terlalu panjang, aku cuma bisa bilang "aku sayang kamu walau itu mustahil kau sayang aku, lagi:)"' -- copyright by Rein yaaa -_-

apa ekspresi dia bakal kyk gini?

atau ekspresiny gini? senyumnya asa sedih nih... :))

... aku terharu bacanya. Sedih banget. Tumben Rein bisa bikin kata-kata bagus.

.
.

Dan sampe hari ini! Tepatnya gara-gara aku lagi bikin fic tema kematian sih... aku jadi kepikiran lagi sama kematian-kematian itu. Jadi ingin nangis nih. Dan aku mulai mikir,

Kalo aku yang mati... bakal sedih. Ga. Ya? Akunya?

Dan di saat seperti ini aku akan memutuskan untuk berhenti berpikir. Ya, berhenti berpikir. Hal seperti itu terlalu tabu untuk dipikirkan... tapi itu berarti jadi motivasi bagi diriku buat beribadah lebih rajin lagi. Biar tidak menyesal nantinya :)
Yah, Rein, kalo misalnya kau nanyain hal itu ke aku... mungkin ada dua kemungkinan. Antara aku cuma nangis sambil meluk kau erat, atau aku bilang, 'sampai ketemu lagi di surga, dan kita bisa saling menyayangi lagi. Nggak mustahil kan, bagiku untuk sayang kau lagi, dan kau sayang aku lagi?' :)) (tapi dipikir-pikir kalimat itu juga bisa aku sebutin kalo aku yang nanya hal itu ya...)
.
.

Lastly, semangatlah untuk hidup!
.
.

-ariadneLacie
-July 2012

Labels: ,

Click to Comments! (0) | back to top

------------------------------------------