Author Contact Me Disclaimer

Welcome! Click the box above for more info. :) Enjoy your stay!

Follow Me!!


Memories



|| Older Posts

Leave A Message?

Credits
A Round of Applause to the following
Designer: Cynna
Image: Cyworld KR
Host: Blogger
Scripts : Dynamic Drive
Modification: ariadneLacie
© 2013

For The Busy One.
Written @ 7:30 AM
Learn to tell both sides of the story.
(dikutip dari twitter-nya nulisbuku)
.
.

So this post is for that one whom have a very-very busy boyfriend/girlfriend.
I suggest you to 'learn to tell both sides of the story'.
Ya maksudnya kau harus mencoba untuk melihat dari sudut pandang dia juga, jangan hanya dari one side of the story, jangan hanya dari sudut pandang kau aja. :p
Here is an example of my story.
.
.
 
Jadi ceritanya, Rein adalah orang yang mendadak menjadi sangat sibuk akhir-akhir ini. Sementara aku adalah seseorang yang kadang sibuk banget, kadang gadag banget. (Tapi frekuensi gadagnya lebih sering sih hahahaha /loh). Di saat aku gadag dan Rein sibuk, maka aku akan merasa sangat kesepian. :')

Yah, dia sibuknya reasonable kok. Bukan ga jelas macam main kemana-mana dengan teman-temannya gitu. Dia sibuk ekskul, tepatnya.

Rein itu anggota dari salah satu ekskul paling sibuk di sekolahnya. Kabaret.
Sebenernya kabaret tu sibuknya paling cuma H-7 sebelum mereka penampilan, dan paling ga bisa diganggu kalo udah deket-deket banget. Karena mereka harus gawe properti, produksi, latihan, dan lain-lain-lain. Sebagai orang yang pernah secara rumit dateng ke salah satu sesi latihannya, aku bisa mengerti. :))

Selain itu, dia juga anggota ekskul band. Band sebenernya ga terlalu sibuk-sibuk amat, karena meskipun latihan terus tiap hari kalo mau ada nampil, paling kan cuma 1-2 jam sekali sesi latihan. Nggak kayak kabaret yang bisa seharian.

Akan tetapi, jika keduanya dikombinasikan itu sama saja dengan semacam pacarmu pergi ke luar kota selama seminggu untuk ngurus proyek dan ga bisa diganggu. :')

Sebagai seorang pacar yang pengertian /halah/ aku pun mencoba bersabar. Hingga suatu hari Rein ngomong sesuatu yang bikin aku sakit hati:

"Aku nggak ingin kau sibuk, apalagi lebih sibuk dari aku. Aku inginnya kau selalu ada buat aku. Biarin aja aku yang sibuk dan cape, nanti kau yang ngebuat aku ga cape lagi..." (yah kira-kira kayak gitu deh)

Entah niat dia apa sebenernya bilang gitu, tapi  jujur aja aku mah sakit hati diminta buat jadi seperti itu :)) (peace ._.v) jadi setelahnya aku marah ke dia.

Well, karena cerita bagaimana masalah itu selesai aku juga ga ngerti gimana, mungkin lebih baik dilewat saja. :))

Intinya, setelah aku jadi sering naik darah setelah apa yang dia katakan itu, dia juga ngomong sesuatu lagi cukup lama setelah itu:

"Aku seneng banget kau bisa nonton aku waktu itu, sehari dua kali pula."
"Ohya? Kenapa ingin banget ditonton sama kau gitu?"
"Ya iyalah.
Aku kan ingin ngebuktiin kalo selama ini aku ninggalin kau itu ngga sia-sia ujungnya."
"..."
Entah kenapa hal itu membuatku teringat akan kata-kata dari Beno Wicaksono dalam novelnya Ika Natassa yang judulnya Twivortiare.

"My patients owe their lives not to me, but to you, because you’re the one who can make me function every single days." -- Beno.

Dalam hal ini, Beno adalah seorang surgeon yang super sibuk hingga nyaris ga punya waktu buat Alex. Akan tetapi, terharu ga sih kalo kau jadi Alex, dan tahu kalo sesibuk apapun pasanganmu, ternyata dia masih tetep mikirin kau? Bahwa ternyata kau sangat berpengaruh dalam hidup dia, karena you're the one who can make him function every single days?

Yah karena dipikir-pikir lagi, tiap kali Rein sibuk yang ada di pikiran aku tu:

Kenapa sih sibuk-sibuk amat?
Saking sibuknya dia kayaknya mikirin aku juga ngga ya...
Padahal kalo aku yang sibuk, aku suka mikirin dia 'dia sedih ga ya kalo aku sibuk gini? aku ga enak ninggalin dia terus gara-gara sibuk' ...
Bukannya katanya kalo orang sayang sama kau, sesibuk-sibuknya pasti ngeluangin waktu?
Dan hal-hal negatif lainnya yang definitely will menggunung and break your mental down suatu hari hahahaha.

Karena kalo dari apa yang aku tangkep sih, yah entah ini aku yang ge-er  atau apa, tapi...

Pada akhirnya semua kesibukan pasanganmu emang untuk kau juga kan. Rein sibuk karena akhirnya dia ingin nunjukkin ke aku penampilan dia semaksimal mungkin.
Atau, sesibuk-sibuknya pasanganmu pada akhirnya pasti mikirin kau juga kan. Beno sibuk karena ada Alex yang bisa membuat dia berfungsi setiap harinya.

Lagipula dia juga punya tanggung jawab di sana, kan? Bukankah tugas pasangan itu mendukung dalam suka maupun duka? Masa aku mau marah-marah terus di saat pikiran dia udah rudet sama tanggung jawab dia di sana?

Jadi akhirnya emang bergantung pada pengertian satu sama lain. Harus ada yang pengertian. Akan tetapi, dipikir-pikir kalo cuma satu yang pengertian mending ajak ngomong deh orangnya, aku tahu itu cape banget. :))

Good luck aja deh buat orang-orang yang punya pasangan super-sibuk dan nggak bisa cukup sabar.
;)

.
.
"Loving each other was not enough. It didn’t work out until we figure out that we need each other. That heartwarming feeling that I need him and he needs me. That heartwarming comfort of knowing that u are needed."
--- Alexandra from Twivortiare.

-ariadneLacie
-June 2nd, 2013. 

Labels: , ,

Click to Comments! (0) | back to top

------------------------------------------
Surprise.
Written @ 7:02 AM
Happy birthday for my beloved monsieur, Rein. ♥♥

 Maaf banget kuenya jelek :''') paling nggak semoga enak :''')

Pertama kalinya niat banget dalam ngejailin/ngasi kejutan buat seseorang ketika dia sedang berulang tahun. Bahkan sampai rela berbaur dengan warga sekolah lain, mengurangi jam tidur demi bikin kue... dll. So here's the story.

.
.

Pada hari Senin, aku udah mulai mikirin gimana jadinya nanti ketika Rein ultah. Karena dulu dia juga ngasi surprise yang bikin aku kesel banget, jadi aku juga sekarang harus ngasi surprise yang ga kalah ngeselin hahahahah. Alhasil, terlintas ide di otakku bahwa aku pura-pura kecelakaan.

Hahaha sebenernya geer banget ya kalo udah duluan mikir kalo dia bakal khawatir setengah mati karena aku kecelakaan. Akan tetapi rasanya ingin aja itu temanya. Pokoknya ingin itu. /maksa/

Akhirnya, aku pun mengontak salah satu teman SMPku, Akira, untuk membantuku membuat rencananya. Aku mengontaknya karena dia sekelas dengan Rein, dan aku mengenalnya, ya, tentu saja.

Setelah itu, Akira menyarankanku untuk minta bantuan pada Keisa, dalam hal membuat skenario lebay acara suprise ulang tahun. Lalu aku pun meminta Akira yang nanya ke Keisa, karena aku bisa dibilang belum kenal dia ._. Akira pun memutuskan untuk nanya besok ketika di sekolah.

Tadaaa, karena besoknya Keisa ga masuk, jadi harkos nanyanya. Harkos deh suprise-nya. Akan tetapi, tekadku tidak berhenti sampai di situ.

Aku pun mencari id Line Keisa, lalu meng-add-nya. Selain itu aku juga mencoba mengontak salah satu teman sekelas Rein lagi, namanya Yoga. Akan tetapi akhirnya aku chat dengan Keisa, dan dia menyarankan aku agar aku datang saja ketika mereka sedang latihan kabaret. Wow. Siapa aku untuk datang?

Keesokan harinya, aku nge-bbm Dikara, teman SMPku yang sama-sama anggota kabaret untuk ngebantuin. Dikara pun mau, lalu nanya mau gimana ngejailinnya. Aku pun memberi tahu tema rencananya 'bilang aja aku kecelakaan, terus ntar aku tiba-tiba dateng deh pas latihan'. Syukurlah, Dikara mau bantu dan bersedia mengoordinir para anggota kabaret untuk ikut membantu juga. Terharu. :''')

Skenario-nya pun jadi seperti ini:

1. Ketika sudah jam pulang sekolah, Icha, temanku, harus nge-bbm Dikara bahwa aku kecelakaan. (dengan alasan ke Rein ga deliv mulu)
2. Dikara memberi tahu Rein.
3. Seorang temanku lagi, Marwa, nge-bbm Rei bahwa aku kecelakaan.
4. Rein-nya dikasi pressure oleh temen-temen kaba dan Icha Marwa.
5. Dikara jemput aku di sekolah.
6. Dateng ke tempat latihan.
7. Surprise, aku masih sehat walafiat.

Horeeee.

Akan tetapi, ada kendala saat itu. Yaitu, entah kenapa ke Rein ga deliv mulu. (Bener-bener kejadian ternyata). Akhirnya Icha pun bbm Dikara saja.

Pada akhirnya, akhirnya berhasil deliv ke Rei. Kira-kira gini conversation-nya:

Icha : Rei
Icha : Rei
Icha : Rei
Rein : Ya kenapa chaa?
Icha : Maneh dari mana aja, pacar maneh kecelakaan
Rein : Di mana?
Icha : Gaktau, pokoknya tadi dia kan pergi bareng Ganesh buat beli properti drama... terus Ganesh tiba-tiba nelpon aku, katanya kecelakaan.
Icha : Tapi gak dikasi tahu di mana. Panik.
Rein : Jadi aing harus gimana?
Icha : Lah maneh kan pacarnya atuuuuh.
Rein : Ya aing harus gimana?
Icha : Gaktau ah ga ngerti aing panik.
Rein : YA AING HARUS GIMANA, DITANYA DI MANA AJA KAN GATAU...

(Kalo yang Marwa)
Marwa : Rei!!
Marwa : Rei!!!
Marwa : Reiii!!! IH. KNP ATUH.
Marwa : PACARMU IIIH, KECELAKAAN!
Rein : Di mana? bohong.
Marwa : Beneran beul, ngapain aing bohong-bohong, itu kan sahabat aing.
Rein : Di mana?
Marwa : Gaktau...
Rein : Terus gimana?
Marwa : Kan maneh pacarnya atuh.
Marwa : Ih ini gimana.
Marwa : Aing panik.
Marwa : Freak.
Rein : Beneran ini teh? Jangan buat aing emosi.
Marwa : Marukana aing juga ga emosi?!
Rein : Mar minta nomor.
Rein : Mar.
Rein : Mar.
(Marwa pun ga bales karena disuruh aku, sih...)

Sebenernya kayaknya itu banyak yang ga benernya deh, aku takut ketuker antara Marwa-Icha, yah tapi kira-kira seperti itu.

Sebenernya ga tega dan bersalah juga sih ngebohong kayak gitu, tapi mau gimana lagi ntar ga rame dong. Kalo surprise semacam aku marah gara-gara cemburu/apa kan pernah Rein lakuin... masa aku sama?! Yaudah maaf ya Hon. :))
Setelah itu Dikara pun dateng jemput aku. Aku pun pergi bareng Dikara. Di jalan Dikara ngomong : "Maneh asli lah jahat banget. Sompral pula."

Ya da gimana lagi atuh :(:(
Akhirnya aku dan Dikara sampai di tempat latihan kabaret. Dikara turun. Aku turun bawa-bawa kue dan kado. Ketemu Ari dan seseorang yang aku tak tahu namanya... yah, di sana aku banyak bertemu orang-orang yang tak aku ketahui namanya, dan mereka pun hanya mengenal aku sebagai pacar Rein. Ya sudah.

Karena Rein masih latihan, aku pun nunggu sambil ngeliatin Ari ngegunting-gunting kertas. Ngeliatin yang ngerjain properti. Jalan-jalan. Gadag banget pokoknya, karena aku nunggu selama satu jam...

Hingga akhirnya here comes the climax.

Itu sekitar jam 6 sore, di mana sudah mendekati waktu break. Aku pun bawa kue, akan tetapi karena ga punya lilin ulang tahun aku bawa lilin yang gede, mirip lilin cina gitu tapi bukan lilin cina... yang warnanya putih dan biasa dipake kalo mati lampu itu looh. Yah pokoknya lilin aja. Nah, karena aku bawa kue, aku dibantuin Eci buat bawain lilinnya.
Skenarionya dibikinin sama anak-anak kabaret loh hahaha. Jadi setelah itu aku stand by  di tangga. Lampu di atas di gelapin, dan mereka lagi duduk bikin lingkaran. Ceritanya lagi ngapain gitu aku lupa, pokoknya bagian dari latihan aja, makanya gak mencurigakan. Hingga akhirnya giliran Rein yang entah-ngapain-aku-lupa, terus lagu yang buat pernikahan diputer hahahah ga ngerti lagi, aku pun masuk ke tengah lingkaran dan duduk di depan Rein.

Padahal harusnya Rein-nya tutup mata, tapi kayaknya karena ada cahaya dari lilin dia buka mata sekilas. Terus parada sorak "Huuu Rei-nya udah buka mata!!"

Aku ngeliat banget gimana kagetnya dia saat ngebuka matanya sekilas. Terus dia tutup lagi. Terus akhirnya dia buka, terus semuanya teriak-teriak gitu. Eci nyanyi selamat ulang tahun. Rein nunduk. Entah dia nangis atau apa, tapi yang jelas dia sangat, sangat, sangat shock. :)) Ya tentu saja, aku yang seorang outsider kan gak mungkin dateng ke tempat dia latihan kabaret, jadi ini bener-bener irasional. Well, I'm too irrational to understand though. :))

Yaudah setelah itu keketawaan aja ga jelas. Make a wish. Ngobrol ga jelas. Pokoknya lamaaa banget sampe akhirnya lilinnya ditiup.

.
.

Makasih, makasih, makasih bangetbangetbanget untuk semua pihak yang sudah berpartisipasi membantu saya dalam menyelenggarakan surprise ini ya!! Semoga kuenya enak, jadi bisa jadi balas budi aku :') Pokoknya makasih, aku sayang kalian. #hugs

Dan...
Selamat ulang tahun Tuan Kesayangan Tersayang, Reinaldo Ghivari Argyodya!!!♥♥
Semoga semakin dewasa, rajin shalat, sholeh, ngaji dan menabung, baik hati, lebih banyak waktu bareng aku♥♥, sukses kabaret & band-nya, pokoknya yang baik-baik aja♥♥♥♥

Ich liebe dich, Honey.
Happy 8th of May!!

.
.

-ariadneLacie
-May 8th, 2013. 

Labels: , ,

Click to Comments! (2) | back to top

------------------------------------------
Your Theater, "Dago Tea House".
Written @ 6:29 AM
Semua orang punya kisah perjuangannya masing-masing. Salah satu kisah perjuanganku, adalah ketika aku ingin nonton pentas teaternya Rein. Ga pernah tanpa perjuangan.

.
.

Fyi, Rein itu salah satu anggota ekskul kabaret di sekolahnya. Fyi lagi, sepertinya dia sangat sayang dengan ekskul ini. :))

.

Sepi. Kangen.
Hal-hal yang akan mendominasi pikiranku di kala ditinggal Rein untuk latihan kabaret. Mengapa? Karena dia:
Sibuk. Sibuk. Sibuk.

Baiklah, tak apa.

Hanya saja, aku pun sering kali penasaran, apa sih hasil dari kesibukannya yang gila-gilaan itu? Atas dasar pemikiran itulah, maka aku pun berniat untuk nonton pentasnya yang kali ini. Akhirnya, meskipun tanpa diundang oleh Rein, aku menawarkan diri untuk menontonnya. Rein pun mengiyakan.

Pentasnya yang kali ini merupakan pentas dalam rangka mengikuti festival kabaret, jadi semacam lomba. Diadakannya di Teater Tertutup Dago Tea House, dan untuk masuk dan menonton dibutuhkan selembar tiket.

Hal inilah yang paling membuatku malas. Tiket... kuharap harganya tidak mahal. Akan tetapi, bagaimana jika harus memesan dulu sebelum membeli? Bagaimana jika nanti tiket ots-nya habis? Bagaimana jika aku malas memesan via telpon/sms?!!

Jadi, aku pun pasrah pada tiket ots.

Sebenarnya, menurut etika, jika kau ingin seseorang untuk datang  menonton kau tampil dalam suatu acara, bukankah sudah selayaknya kau mengundangnya dan menyediakan hal-hal yang ia butuhkan? Yang paling sederhananya, ya, tiket.

:''')
Sudahlah. Karena aku ingin nonton, ya maka aku akan nonton.

Meskipun ada satu masalah lagi. Yaitu aku tidak tahu di mana letak teater tertutup tersebut.
Haaah.

Untunglah niatku untuk menonton Rein tampil besar. Karena setelahnya, aku tak kehabisan akal. Ada seorang temanku, namanya Adam, dan ia tinggal di daerah Dago. Poin tambahan, dia punya motor dan bisa antar-jemput orang pake motornya. Sempurna.

Alhasil, aku pun meminta Adam untuk mengantarku ke teater tersebut pada hari H. Sebenarnya aku pun minta ditemani, akan tetapi Adam nggak mau nemenin. Padahal asalnya dia mau nemenin ketika aku ngomong, "mau nonton kabaretnya Rein, mau ikut?". Akan tetapi, ia mengubah pikirannya ketika aku bilang, "banyak kabaret lain juga da, soalnya ini semacam festival gitu."

Emang kenapa sih?! -__-

Yasudahlah.

Adam pun mengantarku dengan selamat sampai ke teater. Sesampainya di teater, aku menemukan beberapa orang yang menjual tiket di pintu masuk. Alhamdulillah masih ada tiket tersisa...

Ada 2 pilihan tiket. Yang pertama, yang lebih murah, merupakan tiket untuk menonton satu kloter kabaret saja. Yang kedua, yang lebih mahal (tentunya), merupakan tiket untuk menonton keseluruhan kabaret, ditambah beberapa snack.

Sebagai makhluk ekonomis yang memang niat awalnya hanya ingin nonton kabaret Rein, aku pun membeli tiket pertama. Biarlah meskipun hanya satu kloter saja... 

Setelah aku selesai membeli tiket, Adam pergi. Aku memberengut. Ternyata pada akhirnya memang benar-benar sendiri.

Masuk ke dalam teater, aku mencari bangku yang cukup strategis. Banyak bangku yang kosong, jadi aku pun bebas memilih. Aku memilih bangku yang jaraknya empat bangku dari panggung, dan posisinya agak ke kanan. Tidak ada bangku di tengah yang kosong. -_-

Tak lama kemudian, pentas kabaret Rein pun dimulai. Aku yang baru pertama kali melihat Rein tampil mungkin lebih banyak senyam-senyum sendiri selama pertunjukkan. :)) Info tambahan, sebenarnya Rein tak tahu bahwa aku akan benar-benar datang menonton hari ini. Sepertinya akan rame jika ia tiba-tiba menemukanku di antara para penonton... Tapi sepertinya tidak akan karena lampunya dimatikan.

Seselesainya pentas, aku segera mengirim Line padanya. Mengatakan bahwa aku ada di sana. Dia terkejut. Tuh kan. :))

Selanjutnya, aku menonton pertunjukan kabaret selanjutnya sembari menunggu Rein. Setelah pertunjukan selanjutnya selesai, aku pun keluar.

Mengabaikan fakta bahwa tiket yang kubeli hanya untuk satu kloter! Ya ampun. Sebenarnya aku tidak mengerti, jika memang untuk satu kloter saja, kenapa tidak ada yang menarik orang-orang yang memiliki tiket sepertiku untuk keluar? ._.

Ya sudahlah.

Cerita ini pun berlanjut hingga akhirnya aku bertemu dengan Rein. Lalu kami pun berjalan beriringan ke jalan raya untuk mengantar aku yang akan pulang naik angkot. Sementara Rein harus kembali lagi untuk evaluasi.

Dadah.

.
.

Sepertinya nggak terlalu menarik ya kedengerannya? :))
Masih ada bagian selanjutnya kok. :p

-ariadneLacie
-April, 6th 2013. 

Labels: , , ,

Click to Comments! (0) | back to top

------------------------------------------
Allah Maha Adil.
Written @ 7:02 AM
Allah itu Maha Adil.

.
.

Ya, Allah itu Maha Adil. Ketika suatu ketika kau merasa sedih, sakit hati, hancur, yah pokoknya down sangat, percayalah bahwa Allah akan kembali membawamu ke atas.
Jadi, aku mau cerita sesuatu. (Sebenarnya sekalian flashback...)

.
.


Hari itu tanggal 2 Januari 2013. Tidak ada hal luar biasa yang terjadi, hanya sebuah hari biasa di mana aku diam di rumah, karena hari itu libur.

Hanya saja, ada satu anomali pada hari itu.
Yaitu, Rein ngilang.
Ngilang.
Tanpa kabar, maksudnya.

Dia memang sedang tidak berpulsa, jadi otomatis nggak bisa SMS. Akan tetapi, biasanya paling nggak dia bales mention. Karena jika tidak berpulsa, satu-satunya media komunikasi ya... social media. (Karena dia pengguna handphone yang menggunakan paket, jika pulsa habis, masih bisa pake social media).

Aku yang saat itu tidak mengetahui apa-apa, positive thinking aja. Mungkin lagi ngapain.
Yah, mungkin.

.
.

Keesokan harinya, aku pergi ke luar rumah untuk ngurusin berkas-berkas sekolah. Dia yang sudah kembali dari masa-masa 'diculik alien' alias ngilang-nya, kembali mention aku. Aku pun nanya,

"Cieh kemarin ngilang. Ke mana aja?"
"Ngerayain ulang tahun..."

Seketika, aku terdiam. Rasanya ada sedikit rasa menyengat pada hatiku. Mungkin semacam, retak. Haha, entahlah. Intinya aku langsung merasa sesak.

Aku tahu siapa yang dia maksud.

"Siapa? Dia?"
"Iya..."

Kau tahu? Dengan watados dan santainya dia mengatakan hal itu. Sementara aku di sini, mungkin harus memunguti serpihan hati yang baru saja pecah, sesingkat bagaimana dia mengatakan 'iya'.

Sebenarnya, ini termasuk berlebihan kelihatannya. Apa yang salah dari merayakan ulang tahun seorang teman? Ya, memang ga ada. Akan tetapi, yang salah adalah di hari-hari sebelumnya dia sangat sulit diajak bertemu. Kenapa dia bisa dengan mudahnya merayakan ulang tahun dia, dan menghilang tanpa kabar?

Pernah merasa sebagai prioritas orang padahal bukan? Aku pernah.
Baru saja.

Mungkin aku memang zooplankton baginya. Berada dalam strata terbawah prioritasnya.
Atau malah nggak masuk prioritas sama sekali?

Setelah itu, aku sama sekali nggak ngebales mention dia. Butuh tempat sepi. Sendiri. Daripada aku marah-marah sakit hati, dan mengatakan hal-hal yang akan kusesali nantinya.

Bahkan sampai tak terasa, ada suatu bulir bening yang netes melalui pipiku.

Sakit.

.
.

Langit sudah berganti, seharusnya perasaan juga sudah.
Yang sebelumnya sakit, seharusnya sekarang sudah sembuh.
Yang sebelumnya pecah berkeping-keping, mungkin sekarang sedang berusaha sekuat tenaga untuk bertahan melekat. Apa itu? Hatiku.

Pagi itu, aku sudah kembali membalas mention-nya. Untuk apa marah dan menghilang lama-lama? Yah, dia sudah mention aku duluan setelah aku menghilang juga sudah cukup bagiku.

"Hari ini main yuk."

Aku tertegun sejenak menatap kata-kata yang tertulis di halaman mention-ku. Ajakan main? Apakah ini untuk apologizing padaku? :))

Entahlah. Sepertinya dia bukan tipe orang seperti itu. Eh, nggak tahu juga sih...

"Oh? Tumben."
"Jadi nggak mau...?"
"Hahaha nggak, hayu kok hayu."

Meskipun masih kesal, aku menerima ajakannya. Kami janjian bertemu di Paris Van Java siang nanti.

Sebelum pergi ke sana untuk menemuinya, aku menemui temanku dulu untuk mengambil foto. Sebut saja dia W. Aku bertemu dengannya di sekolah, lalu aku naik mobilnya untuk pergi ke PVJ.

Aku, yang saat itu sudah cukup memaafkan pacarku itu, cukup dikejutkan dengan fakta yang diceritakan W. 

"Harus lihat ini."

Perasaan mulai nggak enak. Akan tetapi, daripada penasaran ga jelas, mending langsung lihat aja kan?

Perasaanku benar.
Seketika aku mual (salah satu sindrom kalo aku udah kesel banget, banget, atau mungkin muak sama sesuatu/seseorang).

Hal yang aku lihat saat itu adalah sebuah foto. Sebuah foto yang berisi pacarku, dan temannya, membawa sebuah kue ulang tahun. Satu-satunya hal yang mengusikku saat itu adalah:

cuma berdua?

Dia cerita, katanya mau ngerayain bareng temen-temen ekskulnya.

Tapi?
Tapi?

Akhirnya, aku cuma menghela nafas aja.

Bahwa manusia bisa tetap menangis walau tanpa air mata. Bahwa hati bisa saja berhenti berfungsi, tetapi tetap nyeri.  -- Aku lupa ini dapet dari mana. Let's just say it's by Anon.

Yaudah. Gakpapa. Gakpapa.
Mau dia gimana-gimana juga, aku tahu dia bakal pulang ke aku.

Itu aja cukup.

.
.

Sesampainya di PVJ, aku ngambil foto. W pulang, terus aku ketemu Rein.

Syukurlah saat itu aku tidak merasakan marah atau apa saat melihat dia.

Yaudah, kami pun jalan-jalan. Beli tiket nonton. Akan tetapi karena filmnya masih lama, kami pun jalan-jalan dulu. Di saat jalan-jalan itu, out of the blue, Rein tiba-tiba cerita tentang 'perayaan ulang tahun'.

"Jadi ceritanya, aku ke rumah dia waktu itu."
"Oh?"
"Iya, jadi ceritanya aku asalnya mau ngerayain bareng temen-temen ekskul yang lain... tapi tiba-tiba semuanya parada ga bisa. Sisa aja aku sama D. Dia jemput aku pake mobil ayahnya, terus kami ke rumah dia..."
"Ooh."
"Ya jadi gitu."

Di saat itu aku heran. Kenapa dia tiba-tiba cerita gitu? Apakah dia tahu aku marah, atau dia tahu aku tahu bahwa dia ke rumah dia?

Akan tetapi, hal itulah yang membuatku ga jadi marah sama Rein. Dia udah jujur, bahkan sebelum aku tanya apa-apa. Rasanya agak terharu juga sih.

Kami pun resmi damai karena hal sederhana yang Rein lakuin saat itu.

Meskipun tanpa kata 'maaf'.
:))

.
.

Kami selesai nonton sekitar pukul 6 sore. Setelah shalat, kami jalan-jalan dulu sambil nunggu Rein dijemput. Rein dijemput di suatu tempat makan di sana, jadi kami pun nunggu di sekitar situ.

Akan tetapi, karena lama, akhirnya kami jalan-jalan lagi. Sampai Rein pun ditelepon, dibilangin kalo udah nyampe di situ. Aku pun nganterin dia ke sana, sekalian mau pamit pulang ke orang tuanya...

Dipikir-pikir, rumahku dan PVJ itu jauh. Apalagi ini udah malem, sekitar pukul 7 malem lebih. Hujan. Sebenarnya sih enggan pulang. Entah kenapa agak seram aja... Yah tapi mau gimana lagi.

Aku pun bertemu dengan ibunya Rein lebih dulu. Salam, terus ngobrol sebentar.

"Yaudah tante, mau pamit ya."
"Oh langsung pulang?"
"Iya..."
"Naik apa?"
"Angkot."
"Angkot? Berani?"
"Iya tante, udah biasa kok..."
"Oh iya? Bener?"
"Iya tante..."
"Ga ikut makan dulu?"
"Nggak usah..."
"Oh yaudah, hati-hati ya."

Sebelum aku pergi, ayahnya tiba-tiba muncul.

"Kenapa ini?"
"Ngga, mau pamit om."
"Pamit? Pulang sendiri?"
"Iya."
"Yaudah ikut makan aja dulu! Nanti dianter pulang."

Ketika itu, kan aku lagi salam. Tangan aku belum dilepas sama ayahnya Rein. Terus, aku ditarik begitu saja. Ditarik. Ditarik.

Gimana mau nolak kalo udah ditarik gitu?

Dengan perasaan campur aduk antara seneng, ga enak, takut, aku pun ikut rombongan keluarga Rein buat makan.

Oh God. Ini pertama kalinya aku makan malam dengan keluarga pacar.

Di luar dugaan, ternyata berjalan lancar-lancar saja. :') :') Terharu.... Terharu....

Setelah itu dilanjutkan dengan keliling-keliling dulu. Aku, Rein, Hans, pergi ke toko CD musik. Sementara kakaknya, ibu, dan ayahnya jalan-jalan lihat-lihat barang. Setelah itu, kami pun berkumpul lagi. Pergi ke tempat parkir. Pulang.

Aku beneran dianter pulang. Sampai depan rumah.

...
Perasaan senang, bersalah, ga enak, merasa merepotkan, campur aduk.

Ya Allah, ga ngerti lagi. Alhamdulillah, keluarga Rein itu welcome sangat padaku.... :''')

Ada kejadian lain lagi, sih.
Setelah sampai depan rumah, aku turun. Rein juga turun, mau pamit dulu ke orang tua aku. Begitu buka pintu, ayah aku yang keluar. Rein salam, terus ayah aku keluar, ketemu ayah-ibunya Rein.
Sementara aku dan Rein, diem di balik pagar sambil natap satu sama lain.

Itu pertama kalinya orang tua kami bertemu.

...
...

Yah, setelah semacam basa-basi dikit, Rein dan keluarga pun pulang.

Intinya, hari itu aku seneng banget, banget, dan ngerasa bersyukur banget, banget.

.
.

Iya, kan? Allah itu Maha Adil.
Di hari sebelumnya, dan sebelumnya, aku ngerasa kesepian, banget. Ngerasa sakit hati, banget, banget. Selanjutnya, semua itu terbayarkan dengan ketemu Rein. Main. Makan malem sama keluarganya. Dianter pulang. Mempertemukan orang tua kami. (?) Pokoknya aku seneng, seneng, seneng banget.

Yah, intinya, jangan pernah berhenti percaya sama Allah. :')

Makasih ya Allah. Makasih Rein. Makasih semuanya.

Ich liebe dich, Hon. My beloved Monsieur. Rein. ♥♥
Semoga keluarga yang makan malem sama aku itu, beneran bakal jadi bagian dari keluarga besar aku. Semoga kita bersama terus, Hon. ♥♥

.
.

p.s. Beberapa nama disamarkan, agar tidak terlalu mem-frontal-kan beberapa pihak.

-ariadneLacie.
-March, 3rd 2013. 

Labels: , ,

Click to Comments! (2) | back to top

------------------------------------------
Ikatanku Denganmu. Tentang Rein.
Written @ 8:14 AM
aku tahu gambar ini... ga nyambung.


Rain. Rein. Hujan.

Fenomena alam berupa butiran-butiran air yang berjatuhan dari langit ke bumi. Menyejukkan. Aromanya menyenangkan. Melodi simfoni merdu di kala kesepian.

Kamu mirip seperti hujan.
Aku selalu suka tatapan jendela hatimu. Bening. Seperti bulit air hujan. Membawa ketentraman ketika aku menatapnya. Serasa menghipnotis, tapi aku tahu bahwa itu tetap aman. Aneh, kah?

Sesederhana itulah kau mengetuk pintu hatiku. Mencairkan sebenteng ego yang selama ini tanpa sadar kubangun. Licik, ya? Sementara yang lain sesulit itu untuk mengalahkan benteng egoku. Akan tetapi mau bagaimana lagi?

Awalnya aku tak tahu apa yang kurasakan tentangmu. Karena kau itu hujan, dan aku suka hujan, tetapi tidak sebesar kebutuhanku pada matahari. Tapi aku suka hujan. Aku senang jika hujan datang, dan akan merindukannya jika ia pergi. Sama seperti kamu, yang memang waktu itu tidak selalu berada di sampingku. Karena waktu itu kau hanya mendung yang singgah, bukan hujan yang menaungi.

Cukup lama setelah itu, kau benar-benar singgah di hatiku. Sebagai hujan yang menaungi. Orang yang kucintai. Orang tempat harapan-harapan yang berkaitan dengan selamanya bersandar. Orang yang selalu ingin kulindungi, dan kusayangi. Orang yang dapat membuatku mengeluarkan senyum tulus kala aku berjumpa.

Bersamamu, entahlah, aku merasa nyaman dan bahagia. Meskipun ketika bersamamu, terkadang kita hanya terdiam, sibuk dengan pikiran masing-masing. Tetapi entahlah, itu tetap terasa menentramkan.

Sama seperti jika kau menatap hujan dari balik jendela. Kalian saling berbagi kebisuan, kan? Akan tetapi rasanya tidak membosankan. Memandang rinai-rinai hujan yang tanpa berhenti berguguran.

.
.

Bahkan jika suatu hari kita tidak bersama lagi.

Engkau adalah satu-satunya lelaki identik dengan hujan yang akan terus menghujani hatiku, kurasa. Entah dengan hujan yang menyejukkan, atau dengan badai. Yang pasti, kau akan selalu menghujani hatiku dengan hujan yang aku sukai. Itulah hal yang ingin kuingat dari dirimu.

Aku sayang Rein.

Meskipun jika suatu hari kita tidak bersama lagi, aku masih akan tetap menyayangimu.

Jadi...
Apa nama ikatan ini?

.
.

-- modified from one of my diary page. (made around November to end of December, as far as I remembered.)

sincerely.
-- ariadneLacie

"Kalo aku meninggal, apa yang akan kau lakukan?"
"Aku sayang kamu, walau itu mustahil kau sayang aku, lagi."
"..."
"..."
"Terima kasih, ingatlah kalau aku juga selalu sayang kau. Di alam sini, maupun di alam sana."
-- posted on February, 10th 2013.
23.14 

Labels:

Click to Comments! (0) | back to top

------------------------------------------
Facts Game.
Written @ 4:49 AM
Ketika kangen seseorang, dan ga bisa ketemu. Hal yang bisa dilakukan... mungkin ngenang orangnya. Terkadang akan mengobati rasa kangen itu, atau malah memperparahnya.

.

Flashback sambil sharing. :))

.

Dulu, aku dan Rein pernah main pake hashtag #facts yang aku karang di Twitter. Karena sepertinya semuanya sudah tahu apa itu Twitter, atau apa itu itu hashtag, langsung aja dimulai sesi ceritanya ya. :)

Pada dasarnya, ini hanyalah sebuah permainan mention-mention-an  sambil mempermalukan lawan di Twitter. Karena dalam permainan ini, kita menyebutkan #facts apapun tentang lawan kita dalam format twit.

Cara memainkan permainan ini:

Format Twit:

@ (mention username) #facts -->> (ketikkan facts-nya)

.

Aku lupa, dulu kenapa bisa jadi main permainan ini sama Rein. Kalo ga salah sih aku duluan yang mulai mention dia tentang #facts dia, terus dia bales lagi... terus aku bales lagi... terus jadi keterusan deh =))

Nih, screenshot hasil permainan kita:




Cuma sebagian sih, aku lupa gimana permainannya berhenti tanpa ada pemenang. Pokoknya kami memainkan permainan ini selama 2 hari... dan berhenti entah kenapa. Tiba-tiba siapa ya yang ga bales mention-nya? Lupa =))

Sebenernya bakal lebih susah lagi kalo #facts yang harus dilanjutin itu #facts yang berhubungan dengan #facts sebelumnya... Jadi misalnya:

@username #facts -->> ga suka mangga.

balesannya:

@username #facts -->> suka mangga.

balesannya lagi:

@username #facts -->> lebih suka aku :')

Yah seperti itulah...

.

Sebenarnya post ini dibuat sebagai peringatan hari Anniversary :') Sayangnya Anniversary kali ini tidak dirayakan, jadi tidak ada yang bisa diceritakan. Karena itu aku memilih untuk membuat post flashback ini...

Jadi kangen kan.

:))

.

Happy anniversary Rein!
May we long and last. Spend more time together. Happy ever after.

.

-ariadneLacie
-January 24th, 2013. 

Labels: , , ,

Click to Comments! (0) | back to top

------------------------------------------
Kenangan 2012, "Roppan".
Written @ 2:40 AM
Terkadang ketika kau sudah berhenti berharap untuk mendapatkan sesuatu, sesuatu itu tiba-tiba datang padamu. Sometimes it's just funny how the universe conspiring to play with our fate, eh...

.
.

Waktu itu lagi bulan puasa. Di tanggal entah berapa, aku ngajak Rein 'bukber' alias buka bareng atau buka puasa bareng. Karena waktu itu aku lagi ingin banget makan di Roppan (dan belum pernah makan di Roppan pula), aku ajak dia buka bareng di sana. Dia pun iya-iya aja, jadi horee kita pun buka bareng. /kok ngomongnya kayak pake ekpresi datar ya?/

Jadi keingetan suatu quotes dari novel The Kite Runner, yang katanya:

"Aku takut. Aku sedang merasa sangat bahagia sekarang. Karena itu aku pasti akan kehilangan sesuatu yang sangat berharga." -- (ini aku beneran ngarang bikinnya, tapi intinya di novelnya gitu aja...)

So, guess what happened next that time?

Di tengah perjalanan, tiba-tiba mood dia di SMS berubah. Jadi badmood. Aku heran, dan ternyata yang terjadi adalah...

Diatibatibagabisadateng.

Oke aku ulangi lagi.

Dia.
Tiba.
Tiba.
Ga.
Bisa.
Dateng.

:''')
/brb nangis darah dulu/

...
Oke aku tahu Rein itu harkos banget. Tapi ini pertama kalinya aku diharkosin sampe segininya :'')

Karena saat itu aku udah di jalan dan udah cukup jauh, aku ga mungkin minta anter balik lagi ke ayah aku. Soalnya ga enak lah ya. :') Lagipula kalo aku minta balik lagi ke ayah aku karena Rein tiba-tiba harkos, yang ada nanti dia malah dicap ga bisa pegang janji kan ya? Daripada gitu yaudah aku pun pasrah aja dengan buka puasa sendiri deh. Gapapa. Sungguh tak apa... /ngomong dengan hati tersayat/

Yah sebenarnya emang ngerasa sedih-sakit-hancur sih, /oke ini lebay/ tapi aku ikhlas-ikhlas aja sih. Eentah kenapa aku bisa sabar dan malah nyemangatin dia biar ga galau gara-gara ngeharkosin aku pokoknya waktu itu. :)))

Sesampainya di Roppan, aku pun duduk. Sms beberapa orang. Mungkin aja ada yang tiba-tiba senggang dan bisa nemenin aku :')

Aku pun curhat ke temen-temen aku. Ke Icha, Fia, terus siapa lagi ya... pokoknya aku curhat aja. Aku cerita kalo Rein itu harkos banget. Harkosnya dahsyat lah yang kali ini mah, udah serasa diseruduk dinosaurus aja :') /bener-bener tipikal curhat cengeng wanita, horror sendiri dipikir-pikir =))/

Akan tetapi, aku udah pernah bilang kan? Harkos-harkos juga Rein tu suka ngelakuin hal-hal yang unexpected.

Di saat aku sedang galau, tiba-tiba dia SMS:

"Kata siapa harkos? Coba liat ke belakang."

Aku diem sebentar. Aku kan duduk ngehadep ke jendela, tapi perasaan ga liat Rein lewat. Terus, maksudnya apa?
Dengan harap-harap-harkos, aku pun nengok ke belakang.

Tadaa. There's my harkos man.

Dia ada di belakang aku. Dengan muka capek kayak orang abis lari marathon. Aku kaget. Terharu.

"Loh? K-kok... Kok kau bisa ada di sini?"
"Hebat kan?"
"Ih serius! Kok bisa...?"
"Ya bisa aja..."

(Sebenernya aku lupa gimana percakapannya waktu itu, intinya gitu aja.)

Setelah itu dia pun duduk. Masih dengan beungeut cape. Sementara aku sebagai korban keharkosan dia berekspresi sumringah.

Ya ampun :''')

Bener-bener terharu. Di saat aku udah ikhlas (beneran ikhlas kok, tanpa dendam...) untuk buka puasa sendiri, dia tiba-tiba dateng. Makasih, beneran makasih. Gatau mau berterima kasih gimana lagi :'')

.

See? It's funny how universe conspiring to play with our fate.
Percaya aja sama rencana Allah Swt., ya. :')

.
.

Extra:
Setelah mendengar penjelasan dari Rein, ternyata dia juga baru aja jadi korban harkos :)) asalnya emang mau dianter buat bukber bareng aku, tapi entah kenapa malah jadi dianter ke tempat lain yang jauh dari tempat bukber bareng aku...
Yah, jadi intinya sebenernya itu bukan salah Rein sepenuhnya, sih. :))

.

-ariadneLacie
-January 15th, 2013.

Labels: , ,

Click to Comments! (0) | back to top

------------------------------------------
Kriteria Jodoh Idaman.
Written @ 5:33 AM
"Just because someone doesn't love you the way you want him to, doesn't mean he doesn't love you with everything he has."

--Dikutip dari Twivortiare oleh Ika Natassa.

.
.

Tiba-tiba kepikiran tentang fakta bahwa setiap orang itu pasti punya 'kriteria untuk jodoh idaman' dia. Yah, misalnya nanti pokoknya jodoh dia itu harus ganteng, sholeh, baik, perhatian, romantis, sabar... Oke, itu bukan aku nyebutin kriteria pacar idaman aku ya.

Iya nggak? Pasti iya, ayo deh ngaku?

Meskipun mungkin akhirnya kamu dapetin pacar yang ngga memenuhi kriteria itu, karena biasanya kalo emang udah somehow sayang, ya udah sih sayang. Apa pedulimu dengan kriteria? (Kecuali kau orang yang super-idealis, sih...)

Inti masalahnya, kembali ke quotes yang kudapat dari sebuah novel karangan Ika Natassa yang ada di bagian paling atas post ini.
"Just because someone doesn't love you the way you want him to, doesn't mean he doesn't love you with everything he has."
 --- Hanya karena seseorang tidak mencintaimu dengan cara yang kau inginkan, tidak berarti dia tidak mencintaimu dengan semua yang ia punya.
Kalimat yang membuatku merenung beberapa menit sambil baca kalimatnya berulang-ulang hahahaha. Soalnya bikin terharu.
Case ini pernah terjadi padaku loh, karena aku... ingin pacar yang romantis. (Dear pacarku, I know you're reading this. Peace! ._.v)
Ironisnya, menurut aku pacarku itu sama sekali tidak romantis LOL =)) (Oke, peace, sayang.) Kadang-kadang suka bikin kesel juga sih, karena aku tipe orang yang 'berekspektasi lebih, ga kesampean, jadinya kesel sendiri/pundung'. Yaudahsihya.

Tapi akhirnya aku juga mikir, 'memangnya pacaran itu harus selalu tentang ber-romantis-ria?'.
Karena pada akhirnya itu tentang saling menyayangi. Saling peduli. Saling mendukung. Saling melengkapi. Saling berbagi apa yang dirasakan. Dan hal-hal semacam ini dilakukan dengan cara yang berbeda bagi setiap orang, menurut sudut pandang mereka sendiri...

Jadi, intinya di sini adalah 'menerima apa adanya', menurutku.
Ingin yang romantis, tapi ternyata ga romantis? Mungkin aja ga romantis menurutmu, tapi menurut dia iya.
Ingin yang perhatian, tapi ternyata kayak ngekang? Mungkin aja gitu menurutmu, tapi definisi perhatian menurut dia tu ya itu.
Just talk it out deh, kalo misalnya ada yang gak singkron kayak gitu. (Kok jadi kayak menggurui ya...)

Well, di sini saya hanya sharing  saja tentang quotes yang baru aja kudapat itu :))
Semoga bermanfaat. :)

.
.

Extra:
Tentang pacar aku.
Dia itu fix ga romantis. (Dia sendiri ngaku sih, ga ngerti aku juga...)
Tapi dipikir-pikir, kadang-kadang dia suka melakukan hal-hal unexpected yang bikin aku terharu. Dan karena 'kadang-kadang'-nya itulah, jadi semacam hal-hal yang limited edition.
Dipikir-pikir, gini malah lebih seru hahahaha =)) /loh/

Ich liebe dich, Rein.♥

.
.

-ariadneLacie
-January 5th, 2013. 

Labels: , , ,

Click to Comments! (2) | back to top

------------------------------------------
Kenangan 2012, "Dijemput."
Written @ 5:59 AM
That moment when your boyfriend's mother pick you up to your boyfriend house.
For the first time.

.
.

Salah satu kenangan tak terlupakan di tahun 2012. :))

Jadi ceritanya diawali dengan sebuah pagi hari yang tenang di sekolah.
Hari itu Rein sms, katanya penyakitnya kambuh, dan dia ga masuk sekolah hari itu. Yaudah aku doain semoga cepat sembuh, terus iseng aku juga nawarin, "mau ditengok ga?"

Awalnya Rein sok-sok-an nolak, "Gapapa, rumahku kan jauh." "Gausah..." Dan blablabla, (aku juga lupa XD) akan tetapi karena keburu ada guru masuk ke kelas, pembicaraan kami pun berakhir di situ.

Pada istirahat pertama, aku kembali ngecek handphone. Ada sms. Tebak isinya apa?

"Jadinya ibu aku mau ngejemput kau. Pulangnya jam 1 kan? Tunggu di gerbang ya."
(Aku lupa gimana kalimatnya, tapi kalo ga salah sih intinya gitu ._.)

Pada saat itu, aku:
"..."
"..."
"..."
"HAH?"

Yah, aku emang beneran niat nengok Rein. Akan tetapi, bukan berarti ke sananya harus dijemput juga... padahal naik angkot juga gapapa... malah kayaknya lebih baik naik angkot...
Apa yang harus kulakukan dan kukatakan ketika nanti semobil sama ibunya coba?! Mana aku tidak berpengalaman dalam hal seperti ini -_-

Bingung, akhirnya aku pun nanya,
"Hah? Kenapa bisa? Hah? Hah? Hah?"

Terus dijawabnya, "Ga tau, ibu aku tiba-tiba ngomong gitu aja."

"Ya Tuhan."

Pikiranku saat itu.
Kalo tiba-tiba ga jadi nengoknya, ga enak dong. Udah repot-repot mau dijemput segala, eh tiba-tiba ga mau. Alasannya gara-gara itu lagi... Have no other choice, aren't I?
Pasrah, aku pun mengikuti skenario 'nengok Rein tapi transport-nya dijemput ibunya'.

Yaudahsihya, tantangan juga ini teh da. Karena pada suatu hari akhirnya aku emang pasti bakal ketemu keluarganya juga kan... Yah jadi ini langkah awal yang baik, mungkin. (Sebenernya aku juga seneng mau dijemput gini, berarti keluarganya welcome dong sama aku ya? 8'D)

Challenge Accepted!

.
.

Siangnya, sampailah pada waktu yang seperti menentukan hidup dan matiku itu. Ibunya Rein nelpon, bilang kalo udah ada di gerbang. Oke, kan udah challenge accepted. Haphap. /eaaa/

Selama berjalan ke gerbang, berbagai hal-hal yang kira-kira akan kukatakan berseliweran dalam otak. Mungkin semacam,

"Eh tante, apa kabar? Makin cantik aja deh..."
"Eh tante, padahal ga usah repot-repot jemput... soalnya saya tegang kalo gini"
"Maaf merepotkan, tante..."
"Eh tante, Rein-nya gimana kabarnya?"

Dan lain-lainnya. (Ditambah berbagai saran percakapan aneh dari Farah...)

Akhirnya, mobil yang menentukan hidup dan matiku /oke ini lebay/ dateng. Pintu dibuka... dan... dan... DOR. /hah/

Iya, ada ibunya Rein. Adeknya. Supir. Semuanya tersenyum manis ke arahku, sementara aku poker face. Syukurlah, ibunya tersenyum ramah ke arahku, dan memulai pembicaraan terlebih dahulu. Hohohoho, untunglah :')

Ternyata berada di dalam sana tidak semenegangkan yang kukira. Ibunya lebih banyak cerita tentang Rein/nanya tentang sekolahku... yah begitulah. Aku pun berusaha setengah mati untuk terus tersenyum selama berada di dalam mobil, karena jika tidak ekspresi poker face-ku yang biasa pasti keluar, dan sepertinya itu tidak baik -_-

Akhir cerita, sampailah di rumah Rein dengan selamat hoho. Tanpa ada kejadian memalukan/semacamnya selama perjalanan... syukurlah.

.

Semoga keluarga ini benar-benar menjadi bagian dari keluargaku suatu hari :')

.
.

ariadneLacie.

Labels: , , ,

Click to Comments! (0) | back to top

------------------------------------------
Anniversaire
Written @ 8:07 AM
Happy 2 Months Anniversary, Rein!

.
.

Jadi hari ini adalah hari peringatanku dan Rein. Congrats for us!
Yah, hanya ingin share dikit tentang pengalaman hari ini. Ceritanya curcol, deh. Hehe.

Di post-ku yang sebelumnya, yang judulnya Universe Conspiration itu, kan aku cerita bahwa hari itu acara nonton dengan Rein tidak jadi. Dan jadinya itu hari ini. Di hari anniv kami. Well, FYI ini berarti acara nonton di bioskop pertama kami, setelah jadian~:))

Awalnya niat nonton di BIP. Tapi dipikir-pikir, aku lagi ingin nonton di blitzmegaplex yang di Paris Van Java (belum pernah looh, jadi ini yang pertama kali). Dan setelah melalui diskusi panjang lebar (terlebih lagi karena film yang ingin ditonton tidak ada di blitzmegaplex...) akhirnya tetep di PVJ.

Pertamanya ingin nonton The Amazing Spiderman, tapi itu cuma sekali tayang, dan tayangnya jam 12.45. Sementara ini hari Jumat, dan Rein harus shalat jumat dulu. Akhirnya dengan modal nekat, yaudah deh gapapa ingin nonton itu, Rein shalat jumat di masjid deket PVJ.

Cobaannya, aku telat siap-siap hoho. #plak
Jadi, aku baru selesai siap-siap sekitar jam 12 kurang... dan tanggung sekali jika aku pergi saat itu, dan shalat di PVJ. Memutuskan untuk shalat dzuhur di rumah, aku pun berdoa semoga jalan ga macet.

Bener aja, jalanan emang ga macet. Bahkan somehow supir angkotnya baik. Meskipun aku satu-satunya penumpang, tapi angkot tersebut tidak ngetem. Semoga rezekinya dimudahkan, pak. Aamiin. Dan tadaa, aku pun sampai di PVJ pada pukul 13.00 (kurang beberapa menit). Selamat!

The Amazing Spiderman lapur aja kali ya. Aku pun menemui Rein di blitzmegaplex, dan sempet muter-muter nyari dia karena aku baru pertama kali ke blitz... (ini diungkit-ungkit mulu deh). Ternyata dia sedang duduk di kursi, lalu setelah aku nyamperin dia, kami pun melihat-lihat jadwal tayang.

Entah kenapa sudah tidak ada niat untuk nonton The Amazing Spiderman, karena sudah lewat 15 menit... pilihan lain jatuh pada The Dark Knights / Total Recall. Kami milih Total Recall.

Awalnya udah was-was karena aku pikir HTM bakal sekitar 40rb-an. Atau mungkin lebih. Soalnya di Ciwalk XXI itu 50rb, dan kupikir di blitz bakal lebih ._. taunya... waktu udah pesen 2 tiket, dan waktu udah dibayar... oh God, thank you. 60rb untuk 2 tiket, berarti satunya 30rb! :))

Sambil ngakak-ngakak karena ternyata harganya out of expectation, kami pun masuk ruangan teater. Duduk di seat nomor 11 dan 12 urutan M. Nunggu film mulai dalam waktu yang cukup lama, dan akhirnya film-nya mulai.

Oke, film-nya keren efek dan action-nya, ceritanya juga lumayan, but somehow not really making me impressed. I expect something like Source Code or Angels and Demons sih :))

Intinya film pun selesai, dan aku pun lapar. Kami pun shalat asar dulu, lalu keliling-keliling untuk nyari tempat makan.

.
.

Pilihan paling standar itu Richeese Factory. Kenapa? Karena setiap ke PVJ sama Rein, seingetku makan itu mulu. Ga pernah yang lain :)) Karena bosan, jadi ya ga makan di Richeese.

Pilihan kedua itu KFC. Rein nolak mentah-mentah. Alasan: punya kenangan buruk. Oke, itu ngakak :)) Yaudah deh jangan.

Akhirnya, kami masuk ke sebuah restoran Jepang. Aku lagi ingin Ramen, sih :)) Duduk di dalam, terus buka-buka menu.
Tuh kan.
Harga standar ramen itu di atas 30rb. Ada sih uangnya, tapi mending dipake yang lain, deh. Jadi akhirnya aku pesen Donburi aja, harganya 28rb-an (belum tambah tax, looh). Dan Rein pesen Ramen. Harganya 40rb sekian. (wauw). Kami sengaja tidak pesan minum, karena biasanya suka beli air mineral botolan di supermarket, hahaha. (gue sih, prinsip ekonomi maksudnya.)

Mengenai tempat makan ini, di sini tuh ada fakta bahwa ibu aku punya kenalan... kadang-kadang suka ngasih Matcha Ice Cream gratis, dan FYI aku dan Rein itu penggemar Matcha. Yah, jadi, ingin dong, dapet itu :)) Terus dengan tidak-tahu-malunya aku pun mengirim SMS ke ibu aku, kira-kira gini isinya:

'bu, ain lagi di (nama restoran). kira-kira bisa ga ya minta ke si koki tea? hehe.'

SMS terkirim. Lama ibuku tidak membalas. Lalu ayahku kirim SMS nanya pulang jam berapa, aku bales ditambah kata-kata yang tadi (perjuangkan keinginanmu, dude!) lalu dibales:

'kayaknya orangnya lagi ga di sana, SMSnya ga dibales'

Mencelos.
Oke, gapapa.
Tapi ya, padahal tadi aku ngeliat orang yang mirip =)) yaudahlah ya.

Kami pun menghabiskan waktu dengan ngobrol macem-macem.

Dan somehow, ada segelas teh yang dikirim ke mejaku dan Rein. Padahal kami gak mesen, loh. Apaan nih?

Lalu aku pun menengok. Sosok si koki kenalan itu ada, senyum ke arah aku. Spontan aku pun senyum balik, menggumamkan terima kasih sambil nunduk ga jelas (oke, kayaknya ini salting. haha ketauan senengnya dapat minum gratis). Alhamdulillah!

Tapi sebenarnya aku ngarep Matcha Ice Cream...
 Dan beberapa saat kemudian harapan itu terkabul. Lagi-lagi meja aku dikirim makanan. Matcha. Ice. Cream.

Oh God, I can't stop smiling that time.

Lalu aku dan Rein pun makan es krim itu. Enak! Enak! Enak! Gratis pula! (yang akhirnya dahsyat ya). Sampai Rein pun ditelpon ibunya, udah dijemput. Es krim cepet-cepet diabisin, lalu aku pun pergi (setelah lebih dulu senyum ke si koki).

.
.

Sebenarnya ini terdengar norak, tapi aku berhutang--ehem--pelukan ke Rein. Ceritanya panjang, jadi yasudahlah ya -_-v dan janjinya itu bakal hari ini...
Tapi!
Di saat perjalanan ke gerbang depan itu Rein tampak sangat, sangat terburu-buru. Dan dia bilang 'aku lari aja kali ya.' Niat gue buat membayar hutang pun luntur seketika. Hhh.
Jadi akhirnya aku ngasi kue lebaran buat dia, terus nemenin dia jalan sampe depan. (dengan diiringi percakapan: 'apa aku lari di sini aja ya?'). Fix ga jadi kali, ya.

Sebuah mobil putih sudah menunggu dengan manis di pintu gerbang PVJ. Ragu antara mau salam atau ngga, akhirnya aku pun melambai ke arah Rein, dan dia menghilang di balik pintu mobil. Aku pun nunggu angkot di sisi jalan. Lalu mobil Rein lewat, kacanya kebuka, terus yang di dalam parada dadah-dadah. Aku senyum salting, dan mobil tersebut berlalu.

Sambil mikir 'apakah ada angkot yang ngebuat gue ga harus ke atas dulu'  aku pun melewatkan banyak angkot yang dapat membawaku ke atas. Dan beberapa saat kemudian, Rein balik lagi sambil lari-lari. Aku kaget. Ngapain, tuh?

'Kau disuruh nebeng ke atas..

...
HAH? Apaan, tuh?

'Ayo cepetaan, udah ditunggu tuh. Aku udah lari-lari, lagi.'

Setengah gak percaya, salting, dan perasaan yang tidak dapat dideskripsikan lainnya, aku pun ngikutin Rein jalan ke atas. Aku harus ber-ekspresi seperti apa disaat ketemu keluarganya?!

Dan mobil putih itu pun terlihat. Oke, siap mental!

Pintu terbuka, Rein masuk duluan. Wauw, sempit sekalee. Di tengah duduk 4 orang. Akhirnya aku pun dempet-dempetan. Dengan Rein berada di sampingku. Oh...

Entah kenapa aku tidak memasang poker face kebiasaanku selama berada di mobil. Just smile, yah, entah kenapa begitu. Terus aku pun diajak berbincang-bincang ringan sama keluarganya. Mereka ramah, dan kelihatannya welcome  sama aku (dan somehow kata Rein suara aku waktu itu jadi pelan dan halus. LOL, efek jaim XD).

Akhirnya aku pun diturunkan deket ayam Suharti. Terus berpisah deh, seiring dengan aku yang naik angkot Margahayu.

.
.

Sebenernya kayak yang biasa aja sih ya, haha. Cuma aku seneng banget hari ini.
Thanks for today, my beloved monsieur, Rein~
Thank you also, God.

Sincerely,
from your mademoiselle.

-ariadneLacie
-August 24, 2012. 

Labels: , , ,

Click to Comments! (0) | back to top

------------------------------------------
Jika Kau Mati?
Written @ 6:58 PM
Jika orang lain meninggal, terutama yang orang yang kita sayang, udah jelas bakal ngerasa sedih kali ya. Tapi, kalo kita yang meninggal? Akankah kita merasa sedih?

.
.


Dasar orang jail. Aku paling sering nanyain pertanyaan aneh-aneh ke orang di sekitarku. Apalagi pacar. Kami biasa nyebutnya pertanyaan awkward. Oke, tapi mungkin ini karma atau apa, tapi aku jadi ikut-ikutan galau gara-gara pertanyaanku itu.

Soalnya, pertanyaanku kali ini nyinggung kematian.

Oke, jadi ceritanya begini...

Aku lagi kehabisan topik. Terus aku tiba-tiba kepikiran sama pertanyaan yang terinspirasi dari film Source Code (FYI, rame loh film-nya, keren!!! Ayo tonton! XD). Di film itu ada kalimat gini:

"Apa yang akan kau lakukan jika waktu hidupmu tersisa kurang dari satu menit lagi?"

Dan, sebagai pengutip quotes tapi pemodif quotes sejati... #halah gue pun kepikiran sama kalimat ini,

"Apa yang ingin kau katakan padaku jika waktu hidupku tinggal satu jam lagi?"

Dan, pertanyaan itu aku tanyain ke Rein. Dengan watados-nya, aku tanyain.
"Eh, eh, kalo aku bakal meninggal dalam satu jam lagi, apa yang bakal kau katakan ke aku?"

Hening. Hening. Hening.

"Itu bukan pertanyaan awkward loh... itu pertanyaan serius..." (agak alibi sih ya)

"Siap jan, siap..."

"Wahahaha! checkmate nih ya checkmate?"

Yah, kira-kira begitu deh yang terjadi. Aku lupa gimana percakapan aslinya... tapi intinya aku tanyain ke dia tentang hal itu, dan dia ga mau jawab. *ya iyalah*

Tapi, momen sedihnya itu waktu aku akhirnya udah pulang, dia SMS tentang jawabannya.

'jawabannya : aku gasuka kata2 yg terlalu panjang, aku cuma bisa bilang "aku sayang kamu walau itu mustahil kau sayang aku, lagi:)"' -- copyright by Rein yaaa -_-

apa ekspresi dia bakal kyk gini?

atau ekspresiny gini? senyumnya asa sedih nih... :))

... aku terharu bacanya. Sedih banget. Tumben Rein bisa bikin kata-kata bagus.

.
.

Dan sampe hari ini! Tepatnya gara-gara aku lagi bikin fic tema kematian sih... aku jadi kepikiran lagi sama kematian-kematian itu. Jadi ingin nangis nih. Dan aku mulai mikir,

Kalo aku yang mati... bakal sedih. Ga. Ya? Akunya?

Dan di saat seperti ini aku akan memutuskan untuk berhenti berpikir. Ya, berhenti berpikir. Hal seperti itu terlalu tabu untuk dipikirkan... tapi itu berarti jadi motivasi bagi diriku buat beribadah lebih rajin lagi. Biar tidak menyesal nantinya :)
Yah, Rein, kalo misalnya kau nanyain hal itu ke aku... mungkin ada dua kemungkinan. Antara aku cuma nangis sambil meluk kau erat, atau aku bilang, 'sampai ketemu lagi di surga, dan kita bisa saling menyayangi lagi. Nggak mustahil kan, bagiku untuk sayang kau lagi, dan kau sayang aku lagi?' :)) (tapi dipikir-pikir kalimat itu juga bisa aku sebutin kalo aku yang nanya hal itu ya...)
.
.

Lastly, semangatlah untuk hidup!
.
.

-ariadneLacie
-July 2012

Labels: ,

Click to Comments! (0) | back to top

------------------------------------------
Di Balik Rezeki itu Ada Cobaan
Written @ 8:39 AM
Di balik rezeki itu ada cobaan. Mirip ironi-nya 'di balik semua kejadian ada hikmahnya' sih ya, tapi itu lebih pas buat hal yang aku alami hari ini :))

So, here's my story!

.
.

Hari ini adalah hari libur sebelum bulan puasa. Hore. Ehem. Tapi sebenarnya hal yang membuatku senang adalah hari ini sekolahku libur bersama dengan sekolah-ny Rein... #ciiee jadi aku berharap kami bisa main untuk hari terakhir sebelum puasa deh :>

Oh, tapi cobaan datang. Rein sakit. Demam. Ga bisa pergi!

Aku tahu berita ini malam harinya. Aku nggak marah kok, nggak. Eh, beneran. Sedih aja, berarti harus nunggu lama biar bisa main nih. Yasudahlah, yang penting aku ingin ketemu dia dulu.

Dan sesuai motto Perjuangkan keinginanmu, aku pun berniat untuk pergi nengok Rein. Meskipun aku ga tahu di mana letak rumahnya. Meskipun aku harus pergi sendiri dan bakal bertemu keluarganya. Aku mau ketemu Rein!!

Dan, yah, rezeki mah memang moal kamana lah ya. Rein nge-sms pagi-pagi. Elgi, temen yang udah nyomblangin kami ga jadi pergi hari ini, dan mau nganterin aku!! Hore! Jadi aku gausah salting sendirian nanti!! :))

Tapi seperti kata judul. Di balik rezeki itu ada cobaan.

Dan inilah tragedi-nya.

.
.

Sekitar jam 10, aku dan Elgi janjian di depan BIP. Oke, aku mampir dulu ke Gramedia buat beli buku pelajaran, sekalian nunggu Elgi.

Selang satu jam berlalu. Elgi belum dateng-dateng. Begitu di-sms, dia masih di jalan. Yaudah sip, ditunggu.

Selang setengah jam. Aku sms lagi. Dan aku disuruh belanja buah-buahan duluan saja. Oke, aku pun pergi dari toko buku ke supermarket.

Pukul 12 kurang. Elgi belum dateng. Sms ga dibales. Oh God. Bisa-bisa aku kesorean dan bentar deh ketemu Rein-nya... *jadi.. galau gara-gara itu?!*

Aku pun shalat dzuhur dulu, mencari petunjuk dari Allah #ciee dan Elgi belum dateng-dateng meskipun  udah aku sms... akhirnya aku tanya,

'Gi, aku duluan aja ini teh?'

Terus Elgi jawab,

'Iya jan duluan aja, ibu aku bla bla bla'

Oh God. Kenapa ga dari tadi. Aku sudah menunggu 3 jam!

Yaudahlahya. Yang penting Elgi nyusul ntar. Dan aku pun pergi naik angkot.

.

Satu hal. Aku belum pernah ke rumah Rein. Aku belum pernah ke Setiabudhi Regency. Aku sama sekali ga tau bentuk rumahnya, cuma tau alamat lengkapnya doang. Bahkan aku ga tau di mana itu terminal ledeng!

Dasar nekat, aku pun turun di tempat yang sepertinya terminal ledeng. (tapi sempet nny dulu ke ibu yg duduk di sebelahku, 'i-ini terminal ledeng?' 'iya dek' *alhamdulillah*) Terus jalan lurus dulu... padahal aku ga tau itu te kemana. Dan akhirnya aku ketemu dengan seorang tukang ojek.

Atas saran Rein, dan katanya rumahnya emang super jauh, yaudah aku pun naik ojek. Yey. Aku sebutin alamat dan menunggu dengan dag-dig-dug. Dan akhirnya... sampe deh. Rumah Rein. Ga harkos!!

Aku pun minta nomor handphone si tukang ojek. Jaga-jaga kalo ntar susah pulang... yah, dan adeknya Rein, Hans, bukain pintu pager, terus suruh aku ke atas... dan yah aku langsung ke atas... untuk menemukan Rein sedang... main laptop. Siapa yang bilang lagi sakit, hah?!!

Oke, yah gapapa deh. Dan akhirnya aku malah exploring kamar dan rumah Rein. Hohoho.

Dan berakhir dengan nyoba roll belakang di sofa. Oke, tapi akhirnya ga jadi karena aku takut, dan agak risih lah diliatin mah ya. Jadi akhirnya cuma duduk di sofa sambil ngobrol 'pertanyaan awkward', dan Hans turun, terus shalat Asar...

Dan Elgi dateng. AKHIRNYAA.

Begitu Elgi dateng, Rein langsung ga jaim lah. Padahal dari tadi diem mulu, begitu ada Elgi langsung teriak-teriak -_- dasar -_-

Dan akhirnya berlanjut ke masak nasi goreng. Aku sempet motongin apel dulu. Terus ngorak-arik telur bentar... terus dilanjutin Elgi deh. Elgi masak bareng Hans di dapur. Aku sama Rein nunggu di meja makan. Dan, tadaa, you know, si Rein suhu tubuhnya naik lagi lah! Aaah jadi merasa bersalah ._.

Pantesan dari tadi orangnya diem aja meskipun dikerjain. Matanya agak merah. Begitu dipegang dahinya beneran naik lah -_- padahal tadi siang mah cuma agak anget doang -_- ah Rein gws!

Terus aku ngajak Rein pindah ke sofa biar bisa tiduran. Nungguin nasi goreng Elgi lagi, dan akhirnya jadi... tapi cuma dibagi ke 3 piring... ternyata dia tak makan. Yasud.

Ini part ga penting lah ya, tapi Rein aslian modus lah itu mah -_- (bagi yang tak tahu modus... orang-orang di sekitarku mengartikan modus sebagai... err yah begitu, kayak gombal gitu tapi bukan gombal juga... mungkin pdkt...). Dia ga mau makan, dan akhirnya aku suapin deh. Habis disuapin dia abis 2 piring!!! Tuh kan apa-apaan -_-

Dan inilah part cobaan-nya.

Ayah Rein pulang. Oh God oh God oh God. Panik. Aku harus ber-ekspresi seperti apa?!!

Kesimpulan : pasrah. Yaudah deh aku salam...

'eeh om' *salam

'ini siapa?'

Dan entah kenapa kata-kata yang terlintas di otakku adalah... sejenis: teman, pacar...? Dan akhirnya aku berhasil kabur dengan menyebutkan nama.

'jani om'

terus berlanjut ke temanku... nyebutin nama... asal SMA... dan ayahnya pun pergi ke lantai 2... dan ibunya datang. Bareng rombongan sodara lagi. Argh.

Hal yang mengejutkan adalah ketika salah satu sodaranya berseru,

'oooh, jadi ini toh yang namanya Anjani teh?'

oh, You Don't Say.

'hehehe iya.'

Terus aku salam-salam, terus langsung pamit... udah jam 6 kurang... terlalu malem ntar susah deh -_-v sebelum pulang aku dikasih martabak sama ibunya Rein :> Makasih ya, Tan! :))

Dan akhirnya pulaaang. Dianterin supirnya Rein :))

.
.

Yah, jadi disamping cobaan ga jadi main... aku nunggu Elgi selama 3 jam... grogi gara2 ketemu keluarga Rein... aku juga dapet rezeki untuk ketemu Rein... :')

Di balik rezeki itu ada cobaan, loh!!

.
.

-ariadneLacie
-July 2012

Labels: ,

Click to Comments! (0) | back to top

------------------------------------------
Hide and Seek, Richeese Factory dan Susu Ultra
Written @ 5:14 AM
Jadi ceritanya aku dan Rein pergi ke Paris Van Java. #ciee

Kita janjian jam 12.00, tapi karena itu baru diputusin pada pukul 11.30, jadinya aku milih buat ketemu jam 12.30 aja (padahal kami udah sama-sama otw sih). Dan ternyata aku nyampe jam 12.00 tepat di pintu masuk PVJ! #bangga :)) padahal jadinya janjian jam 12.30 aja... tapi kami udah sama-sama ada di PVJ sih jam segitu. So, yasudahlah.

Oke, tapi kita baru ketemu pukul 12.38 di handphone-ku, dan 12.36 di handphone Rein. Kok aku bisa tahu banget waktunya ya? :))

Well, itu gara-gara kita main Hide and Seek dulu. (Bahasa kerennya petak umpet). Gila ya, main petak umpet di mall =))) Tapi itu memang bisa dilakukan loh~ Jadi caranya...

.
.

Hide and Seek side.

Kami janjian ketemu di PVJ. Asalny sih mau game on dari jam 12.00, tapi karena Rein-nya shalat dulu dan aku ke toilet dulu, yaudah deh. Game on-nya jam 12.17. Ga jelas? memang.

Jadi gini! Kami sama-sama ada di PVJ, ngasi dress code, terus keliling-keliling buat nyari satu sama lain. Yang paling duluan nemuin yang satunya, dialah yang menang~ Waktu itu sih kami time limit-nya 20 menit. Karena game on pukul 12.17, berarti kami janjian kalo ga ketemu setelah pukul 12.37, kami bakal ngasi tau posisi masing-masing... (hadiahnya Sour Sally loh bagi pemenangnya :p)

Dan kami pun mulai bermain, hoho. Serasa dag-dig-dug sih, soalnya aku ingin menang =))) dikit-dikit ngeliat ke belakang... naik eskalator buru-buru... memicingkan mata liat sana-sini... asik lah =)))

Dan, apa yang terjadi? Di jam handphone aku, sih, kami ketemu pukul 12.38!! XD pas sekali di saat waktu habis~ Tapi di handphone Rein masih pukul 12.36... dan katanya sih dia duluan yang ngeliat aku :| Tapi kan udah time out, jadi ga ada yang menang, seri! Hoho~ Dadah Sour Sally ._.v

.
.

Dan setelah itu kita malah jalan-jalan tanpa arah. Aku teh udah lelah ya jalan-jalan ga jelas nyari si Rein, mana takut dicurigain satpam.. (takut dikira teroris XD) dan akhirnya Rein nawarin makan <3

Sialnya, aku cuma bawa uang 20rb rupiah hari itu. (sekitar segitu deh) dan itu juga sekalian buat ongkos pulang .-. (itu emot kayang loooh) Jadi... ya Rein dulu yang bayarin. Utang nambah deh. Semoga aku jadi deh bikin novel biar bisa lebih mandiri lagi... D'8

Dan pilihan tempat makan kami jatuh pada Richeese Factory. Hoho~

.
.

Richeese Factory side.

Pilihan tempat makan pun jatuh pada Richeese Factory~ Soalnya harganya paling standar dompet kami deh dibanding tempat lain...

Oke, jadi aku pesen Combo 5 (isinya Fire Wings sama nasi + minum). Rein pesen Wedges sama ayam dan nasi + minum. Dan akhirnya kami pun duduk di tempat duduk samping tiang, yang deket pager.

Oke, ini adalah Susu Ultra side. Jadi, ceritanya kan aku milih minuman strawberry tea, sementara Rein milih Pink Lava. Terus si Rein tiba-tiba nyeletuk.

"Eh, perasaan ini teh... asa rasa apa gitu ya..."

Sebagai pengamat makanan #cielah ehem, maksudnya penikmat kuliner semi-sejati, aku pun penasaran. Yaudah deh aku nyoba. Pas sebelum aku nyoba, si Rein ngomong,

"OHYA! INI MAH RASA SUSU ULTR*!"

 Brb ngakak dulu deh.

Oke, akhirnya aku nyoba dengan modal pengetahuan katanya-itu-rasa-susu-ultr* dan ingin nyobain sendiri gimana rasanya. Sruup, deh.

Oh, God, emang bener. =))))) Malah agak lebih hambar! soalnya ditambah es sih... haduhlah ngakak =))))

Wedges yang udah dimakan setengah

Pink Lava a.k.a Susu Ul--- (itu tuh minuman yg pink2 gitu XD)

Intinya, ini sangat ngakak, dan aku tidak bermaksud menjelek-jelekan. Secara keseluruhan Richeese Factory itu enak, cuma porsi nasinya kecil banget #loh Yah, namanya juga sambil review kuliner, ya aku bicara apa adanya yo, hoho.

FYI, harga di Richeese Factory itu sekitar 20.000an lebih. Tapi masih di bawah 30.000 kok :)

Anyway, Thanks for That Day, Rein~

.
.

-ariadneLacie
-2012, July

Labels: ,

Click to Comments! (0) | back to top

------------------------------------------