Author Contact Me Disclaimer

Welcome! Click the box above for more info. :) Enjoy your stay!

Follow Me!!


Memories



Newer Posts || Older Posts

Leave A Message?

Credits
A Round of Applause to the following
Designer: Cynna
Image: Cyworld KR
Host: Blogger
Scripts : Dynamic Drive
Modification: ariadneLacie
© 2013

Your Theater, "Dago Tea House".
Written @ 6:29 AM
Semua orang punya kisah perjuangannya masing-masing. Salah satu kisah perjuanganku, adalah ketika aku ingin nonton pentas teaternya Rein. Ga pernah tanpa perjuangan.

.
.

Fyi, Rein itu salah satu anggota ekskul kabaret di sekolahnya. Fyi lagi, sepertinya dia sangat sayang dengan ekskul ini. :))

.

Sepi. Kangen.
Hal-hal yang akan mendominasi pikiranku di kala ditinggal Rein untuk latihan kabaret. Mengapa? Karena dia:
Sibuk. Sibuk. Sibuk.

Baiklah, tak apa.

Hanya saja, aku pun sering kali penasaran, apa sih hasil dari kesibukannya yang gila-gilaan itu? Atas dasar pemikiran itulah, maka aku pun berniat untuk nonton pentasnya yang kali ini. Akhirnya, meskipun tanpa diundang oleh Rein, aku menawarkan diri untuk menontonnya. Rein pun mengiyakan.

Pentasnya yang kali ini merupakan pentas dalam rangka mengikuti festival kabaret, jadi semacam lomba. Diadakannya di Teater Tertutup Dago Tea House, dan untuk masuk dan menonton dibutuhkan selembar tiket.

Hal inilah yang paling membuatku malas. Tiket... kuharap harganya tidak mahal. Akan tetapi, bagaimana jika harus memesan dulu sebelum membeli? Bagaimana jika nanti tiket ots-nya habis? Bagaimana jika aku malas memesan via telpon/sms?!!

Jadi, aku pun pasrah pada tiket ots.

Sebenarnya, menurut etika, jika kau ingin seseorang untuk datang  menonton kau tampil dalam suatu acara, bukankah sudah selayaknya kau mengundangnya dan menyediakan hal-hal yang ia butuhkan? Yang paling sederhananya, ya, tiket.

:''')
Sudahlah. Karena aku ingin nonton, ya maka aku akan nonton.

Meskipun ada satu masalah lagi. Yaitu aku tidak tahu di mana letak teater tertutup tersebut.
Haaah.

Untunglah niatku untuk menonton Rein tampil besar. Karena setelahnya, aku tak kehabisan akal. Ada seorang temanku, namanya Adam, dan ia tinggal di daerah Dago. Poin tambahan, dia punya motor dan bisa antar-jemput orang pake motornya. Sempurna.

Alhasil, aku pun meminta Adam untuk mengantarku ke teater tersebut pada hari H. Sebenarnya aku pun minta ditemani, akan tetapi Adam nggak mau nemenin. Padahal asalnya dia mau nemenin ketika aku ngomong, "mau nonton kabaretnya Rein, mau ikut?". Akan tetapi, ia mengubah pikirannya ketika aku bilang, "banyak kabaret lain juga da, soalnya ini semacam festival gitu."

Emang kenapa sih?! -__-

Yasudahlah.

Adam pun mengantarku dengan selamat sampai ke teater. Sesampainya di teater, aku menemukan beberapa orang yang menjual tiket di pintu masuk. Alhamdulillah masih ada tiket tersisa...

Ada 2 pilihan tiket. Yang pertama, yang lebih murah, merupakan tiket untuk menonton satu kloter kabaret saja. Yang kedua, yang lebih mahal (tentunya), merupakan tiket untuk menonton keseluruhan kabaret, ditambah beberapa snack.

Sebagai makhluk ekonomis yang memang niat awalnya hanya ingin nonton kabaret Rein, aku pun membeli tiket pertama. Biarlah meskipun hanya satu kloter saja... 

Setelah aku selesai membeli tiket, Adam pergi. Aku memberengut. Ternyata pada akhirnya memang benar-benar sendiri.

Masuk ke dalam teater, aku mencari bangku yang cukup strategis. Banyak bangku yang kosong, jadi aku pun bebas memilih. Aku memilih bangku yang jaraknya empat bangku dari panggung, dan posisinya agak ke kanan. Tidak ada bangku di tengah yang kosong. -_-

Tak lama kemudian, pentas kabaret Rein pun dimulai. Aku yang baru pertama kali melihat Rein tampil mungkin lebih banyak senyam-senyum sendiri selama pertunjukkan. :)) Info tambahan, sebenarnya Rein tak tahu bahwa aku akan benar-benar datang menonton hari ini. Sepertinya akan rame jika ia tiba-tiba menemukanku di antara para penonton... Tapi sepertinya tidak akan karena lampunya dimatikan.

Seselesainya pentas, aku segera mengirim Line padanya. Mengatakan bahwa aku ada di sana. Dia terkejut. Tuh kan. :))

Selanjutnya, aku menonton pertunjukan kabaret selanjutnya sembari menunggu Rein. Setelah pertunjukan selanjutnya selesai, aku pun keluar.

Mengabaikan fakta bahwa tiket yang kubeli hanya untuk satu kloter! Ya ampun. Sebenarnya aku tidak mengerti, jika memang untuk satu kloter saja, kenapa tidak ada yang menarik orang-orang yang memiliki tiket sepertiku untuk keluar? ._.

Ya sudahlah.

Cerita ini pun berlanjut hingga akhirnya aku bertemu dengan Rein. Lalu kami pun berjalan beriringan ke jalan raya untuk mengantar aku yang akan pulang naik angkot. Sementara Rein harus kembali lagi untuk evaluasi.

Dadah.

.
.

Sepertinya nggak terlalu menarik ya kedengerannya? :))
Masih ada bagian selanjutnya kok. :p

-ariadneLacie
-April, 6th 2013. 

Labels: , , ,

Click to Comments! (0) | back to top

------------------------------------------